Langsung ke konten utama

Rezim Soeharto Rezim Otoriter



Salah satu rezim yang sampai saat ini saya kuasai adalah rezim soeharto dimana rezim ini sangat otoriter terhadap segala bentuk kebijakanya yang tanpa ingin adanya pendapat lain dengan sifat yang anti kritik nya semua gerakan rakyat yang mulai sadar akan ketertindasan di redam, semua kegiatan pemerintahan di kontrol penuh oleh soeharto, pers di kendalikan, gerakan rakyat di redam habis, aksi-aksi mahasiswa banyak korban jiwa, rezim ini sangat-sangat anti terhadap kritik rakya dan semua aktifitas negara sangat di pegang secara penuh dan terpusat oleh soeharto.

Ciri-ciri rezim otoriter pada soeharto:

1.       Semua infrastruktur dan fasilitas negara di pegang penuh oleh soharto  yang semua kekuatan politik yang di dapat oleh soeharto di dapat dari bentuk refresifitas yang di legitimasi dan di gunakan oleh soeharto untuk mendapatkan dukungan politik dan semua organisasi yang kemudian tetap “dihidupkan” untuk memobilisasi massa agar meredam rakyat yang sadar akan ketidak adilan rezim soeharto 

2.       Semua kekuatan politik di control penuh oleh pemerintahan soeharto sehingga dalam pemilupun soeharto selalu terpilih dalam pemilihan karena hak kebebasan rakyat untuk memilih di acuhkan oleh pemerintah.

3.       Melarang adanya sebuah oposisi dalam negara tidak toleransi terhadapnya semua gerakan rakyat yang mengkritik di redam, orang kritik di penjara, di bunuh, di culik, di perkosa, semua organisasi yang opisisi terhadap pemerintah di bubarkan

4.       Kesetabilan politik di pertahankan oleh soeharto dimana semua element pemerintahan di kuasai oleh TNI yang mendukung rezim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMPLEMENTASI ETIKA PEMERINTAHAN DI ARAB SAUDI

Kelompok 5 : 1.       Gita Permata Lestari (6670170016) 2.       Dede Surya Lesmana (6670170067) 3.       Yugni Maulana Aziz (6670170056) 4.       Endiansyah Pratama 5.       Dzikri Fadillah 6.       Yusuf Mardani Febria 7.       Nabilah Yasmin Belladina Kelas : III C Ilmu Pemerintahan Mata Kuliah : Etika Pemerintahan ETIKA PEMERINTAHAN DI ARAB SAUDI A.     Pengertian Etika             Etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti sifat, watak, adat, kebiasaan, tempat yang baik, atau ethikos yang berarti yang berarti susila, keadaban, atau kelakuan dan perbuatan yang baik. sedangkan secara terminologis etika merupakan pengetahuan yang membahas baik dan b...

DEMOKRASI NASIONAL INDONESIA

Dalam kepustakaan, makna demokrasi terdapat dua makna,: formal, yakni bersifat sempit dan substansial, yakni bersifat luas, penggabungan dua makna tersebut juga sering di lakukan dalam banyak hal, dalam arti secara formal demokrasi di artikan sebagai sistem politik yang memiliki banyak partai, yang satu sama lain saling berkompetisi secara bebas dan tanpa adanya manipulasi suara dari rakyat guna memilih pemimpin tanpa meninggalkan hak hak asasi manusia sebagai pemilih. Sedangkan makna substansial dari demokrasi itu sendiri lebih menekan kan pada keputusan yang telah di ambil, artinya kemenangan yang di menangkan oleh suara rakyat yang mayoritas dalam memenangkan suara. Secara terminologi demokrasi berasal dari Bahasa Yunani: Demokratia ‘rule of the people’, yang merupakan paduan dua kata demos yang berarti people dan kratos yang berarti power yang ada pada abad 4-5 SM untuk menunjukan system politik yang ada di yunani kala itu saah satu kota nya yaitu kota Athena. Demokrasi saecara...

Contoh Creatical Review dari tulisan yang berjudul Issues and Methods in Comparative Politics - An Introduction new

Yugni Maulana Aziz 6670170056 Tulisan ini merupakan creatical review dari tulisan yang berjudul Issues and Methods in Comparative Politics - An Introduction new yang di tulis   oleh Todd Landmand yang berusaha menjelaskan perkembangan, peristiwa hasil politik dalam negeri dan berusaha mengkomparasi politik dari berbagai negara dengan berbagai variable perilaku negara, interaksi negara, dan faktor-faktor lain di tingkat internasional yang berdampak kepada politik local Pada bagian pertama pada comparing many countries yang mencoba menjelaskan dampak ekonomi dan budaya global terhadap kualitas demokrasi lokal, yang membandingkan antara 127 negara yang berhubungan dengan demokrasi local antara tahun 1970 dan 1996 yang di analisis dari berbagai variable penting dan mendapatkan kesimpulan tepat bahwa aspek ekonomi yang do integrasiikan ke dalam ekonomi global menyebabkan penurunan tata pemerintahan demokratis nasional, dan ternyata negara-negara berkembang cenderung t...